TADARUS AL QURAN

Keutamaan Tadarus Al-Qur’an di Ramadhan, Syafaat di Hari Kiamat

Keutamaan Tadarus Al-Qur’an di Ramadhan, Syafaat di Hari Kiamat
Keutamaan Tadarus Al-Qur’an di Ramadhan, Syafaat di Hari Kiamat

JAKARTA - Suasana bulan suci Ramadhan kembali diwarnai dengan meningkatnya aktivitas tadarus Al-Qur’an di berbagai daerah. Umat Muslim memanfaatkan momentum penuh berkah ini untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan membaca dan mengkaji Al-Qur’an secara bersama-sama. Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, amalan ini juga diyakini memiliki keutamaan besar sebagai penolong di hari akhir.

Kegiatan tadarus tidak hanya dilakukan di masjid-masjid besar, tetapi juga di balai pengajian dan lingkungan masyarakat. Semangat kebersamaan dalam membaca ayat suci Al-Qur’an menjadi pemandangan yang lazim ditemui setiap Ramadhan. Tradisi ini terus dijaga karena diyakini membawa banyak manfaat spiritual bagi setiap Muslim yang mengamalkannya.

Pemimpin tadarus ba’da subuh di Balai Pengajian Lamtimpeung, Tungkop, Kabupaten Aceh Besar, Ustaz Razi Ukhrawi menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat besar karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan.

Tadarus Mendekatkan Diri kepada Allah

Menurut Razi, tadarus bukan sekadar rutinitas membaca, tetapi juga bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Ia menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, sehingga setiap ibadah yang dilakukan akan memperoleh balasan berlipat ganda.

“Keutamaan tadarus di bulan Ramadhan itu sangatlah banyak, salah satunya mendekatkan kita dengan Allah, dan juga sebagai syafaat atau pertolongan untuk kita di hari kiamat kelak,” ujar Razi.

Ia mengingatkan bahwa keistimewaan Ramadhan seharusnya dimanfaatkan untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an. Momentum ini menjadi kesempatan emas bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, khususnya dalam membaca dan memahami kitab suci.

Hadis tentang Syafaat Al-Qur’an

Dalam penjelasannya, Razi mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa Al-Qur’an akan memberikan pertolongan kepada orang yang membacanya.

Menurutnya, hadis tersebut menjadi motivasi bagi umat Islam untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an, terutama di bulan Ramadhan.

“Rasulullah SAW mengatakan dalam hadis riwayat Muslim yang artinya: Bacalah Al-Qur’an, karena Al-Qur’an akan memberi pertolongan di hari kiamat nanti bagi pembacanya,” jelasnya.

Pesan tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an bukan hanya bernilai ibadah saat di dunia, tetapi juga menjadi investasi akhirat. Al-Qur’an akan menjadi pembela bagi mereka yang membiasakan diri membacanya dengan penuh keikhlasan.

Pahala Berlipat Ganda Setiap Huruf

Selain hadis tentang syafaat, Razi juga menyampaikan hadis lain dari Muhammad tentang besarnya pahala membaca Al-Qur’an, bahkan hanya satu huruf.

“Dalam hadis lain Rasul mengatakan, barangsiapa yang membaca Al-Qur’an satu huruf saja maka Allah akan berikan sepuluh kebaikan untuk orang tersebut. Apalagi kita membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan, bulan yang memang melipatgandakan amal kebaikan,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa keutamaan ini menjadi dorongan kuat bagi umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan di bulan Ramadhan. Setiap huruf yang dibaca mengandung nilai pahala, terlebih ketika dilakukan di bulan yang penuh rahmat dan ampunan.

Dengan memahami besarnya ganjaran tersebut, umat Muslim diharapkan semakin semangat untuk meluangkan waktu membaca Al-Qur’an. Tidak harus dalam jumlah besar sekaligus, tetapi dilakukan secara konsisten dan penuh kesungguhan.

Tradisi Tadarus di Tungkop

Kegiatan tadarus ba’da subuh di balai pengajian tersebut diikuti oleh remaja hingga orang tua dari beberapa gampong sekitar. Setiap harinya, peserta membaca Al-Qur’an secara bergiliran dengan target khatam selama bulan Ramadhan.

Kebersamaan dalam membaca ayat-ayat suci menciptakan suasana religius yang kental di kawasan tersebut. Para peserta datang selepas salat subuh dan melanjutkan dengan tadarus secara tertib dan bergantian.

Razi berharap tradisi tadarus dapat terus dijaga, terutama oleh generasi muda, agar Ramadhan tidak hanya diisi dengan aktivitas rutinitas, tetapi juga dengan memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an.

“Kita tidak tahu berapa banyak kebaikan yang Allah berikan dari setiap huruf yang kita baca. Yang jelas, semua itu menjadi bekal untuk kehidupan akhirat,” pungkasnya.

Kegiatan tadarus tersebut rutin dilaksanakan setiap ba’da subuh selama bulan Ramadhan di kawasan Tungkop, yang berada di sekitar wilayah Banda Aceh. Tradisi ini menjadi salah satu bentuk syiar Islam yang terus hidup di tengah masyarakat, sekaligus pengingat bahwa Ramadhan adalah momentum terbaik untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dan mengharap syafaatnya di hari kiamat kelak.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index