PLN

PLN UP3 Malang Genjot Infrastruktur Energi untuk Mendukung Operasional Becak Listrik Bantuan Presiden di Kota Malang

PLN UP3 Malang Genjot Infrastruktur Energi untuk Mendukung Operasional Becak Listrik Bantuan Presiden di Kota Malang
PLN UP3 Malang Genjot Infrastruktur Energi untuk Mendukung Operasional Becak Listrik Bantuan Presiden di Kota Malang

JAKARTA - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Malang membuka layanan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) di sejumlah titik di Kota Malang, Jawa Timur, sebagai bagian dari dukungan terhadap operasional becak listrik yang merupakan bantuan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Inisiatif ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan pelayanan publik di wilayah setempat.

Fokus pada Pengembangan Energi Terbarukan dan Transportasi Ramah Lingkungan

Dalam siaran persnya, PLN UP3 Malang menjelaskan bahwa pembukaan empat titik SPLU ini tidak hanya sekadar menyediakan fasilitas pengisian daya bagi becak listrik, tetapi juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur energi listrik di tengah berkembangnya kendaraan listrik di masyarakat. Adanya SPLU di lokasi strategis diharapkan bisa menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Kota Malang, yang nantinya akan berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca dan penggunaan bahan bakar fosil.

Manager PLN UP3 Malang, Agung Wibowo, mengatakan bahwa penyediaan empat SPLU tersebut mengikuti arahan dari pemerintah setempat dan kebutuhan operasional para pengemudi becak listrik. Dua SPLU telah dipasang di Jalan Sriwijaya, sementara dua titik lainnya berada di Kantor PLN UP3 Malang. Keberadaan SPLU ini menjadi salah satu infrastruktur penting bagi para pengemudi becak listrik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, karena dengan adanya fasilitas pengisian daya ini, mereka dapat lebih mudah dan cepat mengisi ulang baterai kendaraannya tanpa harus pergi jauh.

Spesifikasi Teknis dan Kapasitas Pengisian SPLU

Setiap SPLU yang dibangun telah disesuaikan dengan kebutuhan baterai becak listrik yang beredar di Kota Malang. Beban adaptor charger yang tersedia memiliki daya sekitar 160 watt, dengan kemampuan pengisian sekitar 0,96 kilowatt hour (kWh) per jam. Dalam kondisi baterai yang benar-benar kosong, pengisian daya hingga penuh membutuhkan rata-rata delapan jam. Namun demikian, berdasarkan pengamatan di lapangan, pada umumnya kondisi baterai yang diisi masih memiliki sisa daya sekitar seperempat hingga setengah kapasitas, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang cukup berkisar antara dua hingga tiga jam saja.

Untuk dapat memanfaatkan fasilitas SPLU yang ada di Kantor PLN UP3 Malang, para pengemudi dikenakan tarif pengisian listrik sebesar Rp2.500 per kali pengisian penuh dari kondisi nol. Besaran biaya ini dinilai sangat terjangkau bagi para pengemudi, terutama yang mengandalkan becak listrik sebagai sumber penghasilan utama mereka. Bagi pengemudi yang baterainya masih memiliki sisa daya sebelum diisi ulang, biaya yang dikenakan pun dapat lebih rendah karena jumlah listrik yang diambil disesuaikan dengan sisa kapasitas baterai tersebut.

Sementara itu, layanan SPLU yang berada di Jalan Sriwijaya diberi subsidi berupa token listrik sebesar 1.000 kWh, dengan pembagian masing-masing mesin pengisian memperoleh 500 kWh. Program subsidi ini merupakan bentuk dukungan PLN bagi pengemudi becak listrik agar mereka bisa mendapatkan energi dengan ongkos yang lebih ringan, sehingga biaya operasional mereka tidak terlalu membebani. Subsidi tersebut juga memberikan kesempatan bagi para pengemudi untuk merasakan manfaat dari pengisian listrik umum tanpa harus memikirkan beban biaya yang signifikan.

Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Upaya Perluasan Infrastruktur

Langkah PLN UP3 Malang mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Malang. Wali Kota Wahyu Hidayat menyatakan bahwa empat SPLU yang tersedia saat ini merupakan tahap awal dari upaya jangka panjang dalam memperluas infrastruktur pengisian daya, baik untuk becak listrik maupun kendaraan listrik lain seperti sepeda motor listrik. Pemerintah daerah terus memetakan lokasi-lokasi potensial untuk penambahan SPLU maupun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di titik-titik strategis wilayah kota, termasuk di kawasan wisata dan aset milik pemerintah kota yang dapat mendukung proses pembangunan infrastruktur yang lebih luas.

Wahyu Hidayat juga menekankan bahwa penyediaan SPLU ini bukan hanya terkait kebutuhan transportasi semata, tetapi juga berperan sebagai bagian dari upaya bersama mendorong transisi energi nasional dan pengembangan transportasi ramah lingkungan. “Kita ingin menunjukkan bahwa dukungan terhadap kendaraan listrik bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan melalui fasilitas nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini juga menjadi jembatan untuk memahami pentingnya penggunaan energi bersih bagi generasi mendatang,” ujar Hidayat dalam sebuah pernyataan yang dirilis.

Mendorong Optimisme Ekonomi dan Lingkungan

Program ini juga dipandang sebagai peluang untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat, terutama para pengemudi becak listrik. Dengan tersedia infrastruktur pengisian listrik yang memadai, pengemudi dapat menjalankan aktivitas transportasi mereka dengan lebih efisien, tanpa khawatir kekurangan daya di tengah perjalanan. Para pengemudi pun dapat lebih fokus dalam melayani penumpang dan mendapatkan penghasilan yang stabil dari operasional becak listrik yang kini menjadi bagian dari kehidupan urban di Kota Malang.

Tidak hanya itu, inisiatif ini juga mencerminkan komitmen PLN dalam mendukung integrasi kendaraan listrik ke dalam kehidupan masyarakat luas. Melalui penyediaan SPLU dan dukungan terhadap elektrifikasi transportasi, PLN berupaya memperkuat peranannya sebagai penyedia energi yang mendukung modernisasi infrastruktur nasional sekaligus tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Ke depan, sinergi antara PLN, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam memperluas penggunaan transportasi berbasis energi bersih di berbagai daerah di Indonesia.

Dengan demikian, pembukaan layanan SPLU di Kota Malang menjadi sebuah langkah konkrit dalam menghadirkan fasilitas energi yang lebih ramah lingkungan, sekaligus mempercepat transisi energi melalui transportasi berbasis listrik yang lebih efisien dan ekonomis bagi masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index